Pengobatan cara Nabi Muhammad SAW atau Thibbun Nabawi rupanya masih relevan hingga saat ini. Pengobatan jenis itu mulai marak dilakukan di Indonesia sejak dua tahun yang lalu. Berbagai pengobatan yang di sunahkan antara lain dengan mengonsumsi Habbatussauda atau jintan hitam, bekam, minyak zaitun, dan kurma. Terapis Thibun Nabawi, Warsono mengatakan, sekarang semakin banyak masyarakat yang beralih ke pengobatan Islami. “Motivasi masyarakat memilih Thibun Nabawi jelas karena ini adalah pengobatan cara nabi, mereka yakin untuk mengikuti sunah nabi, selain diniatkan karena Allah SWT untuk kesembuhan juga mengharap ridho dan pahala,” ungkapnya saat ditemui Republika online di Jakarta, baru-baru ini. Salah satu pengobatan yang sering dicari orang adalah Habbatussauda atau jintan hitam. Perkembangan Jintan hitam dalam ilmu pengobatan telah diteliti oleh peneliti-peneliti barat. Bahkan, Warsono mengatakan mereka sudah menguasai jintan hitam. “Pada diskusi Asosiasi Pengobat Tradisional Indonesia (Aspetri) barat sudah menguasai jintan hitam. Mereka sudah meneliti manfaat dan melakukan inovasi jintan hitam, Jerman bahkan sudah membuat permen jintan hitam,” jelasnya.

Jintan hitam terbukti memiliki banyak manfaat. Direktur Institut Immonologi dari Universitas Munich, G Reitmuller mengatakan, jintan hitam dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat digunakan bioregulator. Manfaat Habbatussauda dapat dijadikan obat untuk penyakit yang menyerang kekebalan tubuh, seperti kanker dan AIDS. Dengan kandungan asam linoleat (omega 6) dan asam linoleat (omega 3).

Lebih lanjut warsono menjelaskan, Habbatussauda merupakan nutrisi bagi sel otak untuk meningkatkan daya ingat dan kecerdasan. Habbatussauda juga memperbaiki peredaran darah ke otak dan sangat cocok diberikan kepada anak usia pertumbuhan dan orang lanjut usia (lansia).

Selain itu, Habbatussauda juga sangat baik bagi kinerja hormon. Hormon adalah zat aktif yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin yang masuk dalam peredaran darah. Salah satu kandungan Habbatussauda adalah setrol yang berfungsi sebagai sintesa dan bioaktivitas hormon. kandungan saponion yang terdapat di dalam habbatussauda dapat menetralkan dan membersihkan racun di dalam tubuh.

Sapion yang terdapat pada Habbatussauda’ dapat memperbaiki fungsi jantung, ginjal, otot tubuh dan syaraf. Sehingga mengonsumsi Habbtauusauda dapat meningkatkan imunitas tubuh dari perubahan lingkungan, mengobati gangguan tidur dan dapat menghilangkan stres.

Habbatussauda juga diyakini sebagai anti-histamin. Histamin adalah sebuah zat yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang memberikan reaksi alergi seperti pada asthma bronkial. Hasilnya cukup meyakinkan, 70 % yang menderita alergi debu, serbuk, jerawat dan asthma sembuh setelah diberi minyak Habbatussauda.

Berdasarkan pengalaman, Habbatussauda berfungsi melancarkan air susu ibu. Kombinasi bagian lemak tidak jenuh dan struktur hormonoal yang terdapat dalam minyak Habbatussauda dapat melancarkan air susu ibu. Tidak hanya bagi ibu, anak-anak pun dapat merasakan manfaat Habbatussauda. Pada masa pertumbuhan, anak membutuhkan nutrusi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara alami, terutama pada musim hujan anak sangat mudah terkena flu dan pilek. Kandungan Omega 3, Omega 6 dan Omega 9 yang terdapat pada Habbatussauda merupakan nutrisi untuk memperbaiki daya tahan tubuh anak juga perkembangan jaringan otak.

Saat ini Indonesia mengimpor Habbatussauda dari Afrika, Mesir dan India. Produk-produk Habbatussauda kini sudah mudah didapat di tempat pengobatan Thibun Nabawi. (cr1/ri) ROL