Indonesia kaya akan sumber obatan-obatan alami. Sebut saja, jahe, kunyit, bawang putih dan lainnya. Lantaran itu, sangat ironis bila melihat masyarakat Indonesia sangat tergantung obat-obatan kimia.

Penulis buku “Rasulullah is My Doctor”, Jerry De Gray, menyayangkan apabila masyarakat Indonesia, utamanya umat Islam hanya mengandalkan pengobatan kimia saat didera penyakit. Pasalnya, Indonesia memiliki sumber alam yang kaya, dan semua sumber alam itu bisa menyembuhkan penyakit. “Masyarakat Indonesia itu seharusnya masyarakat yang sehat,” kata dia kepada Republika.co.id, Ahad (12/6).

Bagi yang mampu, mungkin tidak ada masalah. Namun, bagi masyarakat terkategori tidak mampu tentu menjadi masalah. Tapi apakah persoalan ketidakmampuan itu menghalangi individu untuk tidak sembuh. “Tentu saja, masyarakat Indonesia lupa, bahwa kita punya bawang putih,” kata dia.

Jerry mengatakan bawang putih merupakan antibiotik alami di dunia. Bahkan efektifitasnya dalam menyembuhkan melebihi kemampuan antibiotik kimia.  Yang hebat lagi, biaya untuk memanfaatkan bawang putih sebagai penyembuh 400 persen lebih murah ketimbang antibiotik kimia. “Ini yang tidak disadari,” kata dia.

Contoh lain, kata Jerry, masyarakat Indonesia ketika cuaca tidak menentu rentan terhadap flu. Entah terpengaruh pesan komersial atau tidak, mereka segera mencari obat-obatan flu di warung. Padahal cara menyembuhkan flu cukup sederhana. Jemur tubuh saat matahari pagi.

Matahari pagi, menurut Jerry, merangsang tubuh memproduksi vitamin D sesuai kebutuhan. Jadi, tidak ada istilah kelebihan atau kekurangan ketika individu berjemur di matahari pagi. Itu karena tubuh, secara otomatis menyesuaikan keperluan kebutuhan vitamin D yang diperlukan. “Sederhana bukan,” kata dia.

Topik lain, lanjut Jerry, soal kebugaran tubuh. Jerry mengatakan berapa besar biaya yang dikeluarkan masyarakat Indonesia untuk menjaga kebugaran tubuh. Beli suplemen, vitamin dan lainnya. Padahal, cara menjaga kebugaran tubuh cukup sederhana yakni, rajin berolahraga, mengkonsumsi sayuran atau salad, air putih dan teh rosela saat sarapan. Formasi seperti itu sudah cukup menjaga kebugaran tubuh.

Pada intinya, Jerry mengatakan, masyarakat Indonesia lebih sehat daripada masyarakat AS. Di AS, kesehatan bergantung sekali dengan obat-obatan kimia. Sementara di Indonesia, sejak zaman dahulu sudah mengenal obat-obatan tradisional. “Kita ini harusnya berobat di pasar swalayan bukan di rumah sakit,” kata dia.

Karena itu, Jerry mengharapkan masyarakat Indonesia, utamanya umat Islam, jangan bergantung dengan obat-obatan kimia semata. Ia mengatakan Nabi Muhammad SAW melalui teladannya sudah mengarahkan bagaimana cara hidup sehat dan mengobati sakit. “Tidak ada satupun penyakit yang tidak bisa disembuhkan kecuali kematian,” pungkas dia. ROL